Yang Ku Pelajari Hari Ini Adalah yang Ku Temui Sehari-Hari

Yang Ku Pelajari Hari Ini Adalah yang Ku Temui Sehari-Hari

Satu Hal yang Paling Berkesan Tahun Ini

Dalam pembelajaran Science atau IPAS untuk kelas 3 BQC materi tentang changes in materials atau perubahan pada benda, anak-anak melakukan eksperimen menggunakan benda-benda konkret yang ada disekitar mereka, Kegiatan yang dilakukan diantaranya yaitu: menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktek pembelajaran, membagi siswa menjadi beberapa kelompok, melakukan praktek kegiatan diantaranya dengan: menekan bola karet, menarik karet gelang, membengkokkan klip kertas, membengkokkan sendok plastik, dan memukul es batu hingga hancur.

Tujuan kegiatan dalam pembelajaran ini yaitu: Peserta didik dapat mengidentifikasi faktor penyebab dan jenis perubahan materi (sementara dan permanen) serta menganalisis dampaknya guna merumuskan tindakan pencegahan terhadap perubahan yang merugikan bagi manusia dan lingkungan.

Hasil yang diperoleh: Peserta didik memperoleh hasil evaluasi pembelajaran / SAS yang lebih baik karena pada proses pemahaman materi lebih menyenangkan dan berdasarkan pengalaman bereksperimen. 

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan. Faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan yaitu dengan mempersiapan bahan ajar untuk eksperimen dan penguasaan materi oleh guru. Dampak positifnya bagi siswa, siswa memperoleh pengalaman belajar yang riil dan bisa merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi ialah pengkondisian siswa dan pemberian ragam aktivitas setelahnya. Faktor yang perlu diperbaiki yaitu menyiapkan rangkaian aktivitas setelah eksperimen seperti lembar kerja dll

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan Saya menyadari bahwa keberhasilan dalam menyampaikan pembelajaran diiringi dengan persiapan yang matang, yang perlu saya pertahankan adalah menyiapkan bahan ajar dan mempelajari materi yang akan disampaikan ke siswa dan yang perlu saya tingkatkan adalah membuat rencana mengajar beserta persiapannya

Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya Persiapan guru dalam mengajar hendaknya diiringi dengan penyimpanan data dan bahan ajar yang jelas, rapi dan konsisten sehingga saat wali kelas terus berganti setiap tahunnya guru yang mengampu di tahun tersebut sudah ada bahan untuk mengajar. 

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 3 Ibnu Firnas, Losi Sabbilla.

Menelaah Keberhasilan dan Tantangan dalam Pembelajaran

Menelaah Keberhasilan dan Tantangan dalam Pembelajaran

Selama proses pembelajaran, pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah ketika berhasil membantu peserta didik memahami materi yang awalnya mereka anggap sulit. Namun, ada juga pengalaman ketika target pembelajaran belum tercapai sesuai harapan. Misalnya, masih ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi meskipun berbagai metode sudah dilakukan.

Saya menggunakan metode pembelajaran tatap muka/praktik untuk membantu peserta didik memahami materi. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa halaqah/kelompok, sesuai pencapaian jilid atau tahfidznya.Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Hasil yang diperoleh sebagian besar peserta didik menjadi lebih bisa memahami & antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Faktor yang mendukung keberhasilan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan dukungan dan kerja sama yang baik antara guru, siswa & orang tua. Dampak positif bagi siswa adalah kemampuan memahami materi meningkat, tumbuh sikap tanggung jawab terhadap tugas & proses belajar yang mereka jalani. Kendala yang dihadapi perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar siswa, sehingga tidak semua siswa dapat memhami materi dalam waktu yang sama, kurangnya motivasi dan konsentrasi sebagian siswa saat pembelajaran berlangsung. Faktor yang perlu diperbaiki adalah melakukan refleksi & evaluasi pembelajaran secara berkala untuk memperbaiki perencanaan & pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

Pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman tersebut adalah saya menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda.Hal yang perlu saya pertahankan adalah semangat dalam mempersiapkan pembelajaran & menciptakan suasana halaqah yang nyaman & menyenangkan.Hal yang perlu saya tingkatkan adalah kemampuan dalam mengelola halaqah, ruhiyah (tilawah sebelum mengajar).

Langkah nyata yang akan dilakukan pada tahun pelajaran berikutnya yaitu meningkatkan strategi pembelajaran yang lebih variatif, memperkuat komunikasi dengan siswa dan orang tua, mengembangkan kompetensi melalui pelatihan atau belajar mandiri, memanfaatkan teknologi pembelajaran secara lebih optimal, melakukan refleksi secara rutin terhadap proses pembelajaran sebagai bahan perbaikan berkelanjutan. Harapan untuk tahun pelajaran berikutnya yaitu saya berharap dapat terus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik, lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran.

 

 

 

*Catatan ditulis oleh Guru Quran, Chanif Utfiani.

Adab Mengantre dan Budaya Antre

Adab Mengantre dan Budaya Antre

Satu hal yang paling berkesan tahun ini, adalah saat saya mengajarkan adab mengantri dan budaya antri menggunakan metode Simulasi Games (Role-Playing). Melihat anak-anak kelas 1 yang biasanya tidak sabaran, mulai belajar menahan diri dan menghargai giliran teman adalah momen yang sangat menyentuh.

Kegiatan yang dilakukan: Simulasi “Kereta Antrean” saat masuk kelas dan mencuci tangan. Permainan peran membeli jajan di kantin kelas buatan

Tujuan kegiatan: Menanamkan kesadaran pentingnya sabar menunggu giliran dan menghormati hak orang lain sejak dini.

Hasil yang diperoleh: 90% siswa kelas 1 kini otomatis berbaris rapi saat mau masuk kelas atau mencuci tangan tanpa perlu diteriaki.

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan. Faktor pendukung keberhasilan:Metode simulasi/permainan membuat anak usia 6-7 tahun tidak bosan.

Dan pemberian apresiasi langsung berupa stiker bintang bagi siswa yang paling tertib mengantri.

Dampak positif bagi siswa: Suasana kelas menjadi lebih kondusif dan tertib.

Kendala yang dihadapi: Ada 3-4 anak yang masih suka menyerobot karena belum terbiasa di rumah. Durasi simulasi agak molor karena anak-anak terlalu asyik bermain peran.

Faktor yang perlu diperbaiki: Penegasan aturan main sebelum simulasi dimulai agar anak tidak terlalu lepas kendali saat bermain.

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan, Saya menyadari bahwa mengajarkan adab pada anak kelas 1 tidak bisa sekadar teori (ceramah), melainkan harus melalui contoh nyata, pembiasaan yang konsisten, dan metode yang menyenangkan, memberikan pujian/reward kecil untuk menguatkan perilaku positif anak, meningkatkan komunikasi dengan orang tua agar kebiasaan mengantri ini juga diterapkan di rumah.

Komitmen Perbaikan ke Depan, Meningkatkan strategi pembelajaran yang lebih variatif, memperkuat komunikasi dengan siswa dan orang tua dan membuat jurnal pembiasaan karakter di rumah berkolaborasi dengan orang tua.

Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya, Saya berharap di tahun ajaran depan, karakter antri dan adab-adab dasar lainnya (seperti mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih) bisa melekat menjadi budaya sekolah. Semoga saya bisa lebih sabar dan kreatif dalam menuntun anak-anak fase A ini menjadi pribadi yang berakhlak mulia.”

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 1 Al-Kindi, Nur Syamsiah Tri Handayani.

Dari Bermain Menjadi Paham: Pengalaman Berkesan Mengajarkan Penjumlahan dengan Media Pocket Number

Dari Bermain Menjadi Paham: Pengalaman Berkesan Mengajarkan Penjumlahan dengan Media Pocket Number

Satu Hal yang Paling Berkesan Tahun Ini

Pengalaman yang paling berkesan selama proses pembelajaran tahun ini adalah saat mengajarkan materi penjumlahan menggunakan media Pocket Number. Siswa terlihat sangat antusias karena dapat belajar sambil bermain dan mempraktikkan penjumlahan secara langsung. Selain itu, penggunaan media sedotan dan presentasi powerpoint juga membantu siswa lebih mudah memahami konsep bilangan dan operasi hitung sederhana. Kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran penjumlahan menggunakan media Pocket Number. Menggunakan media sedotan sebagai alat bantu menghitung dan memahami konsep penjumlahan. Menyajikan materi melalui media powerpoint yang menarik dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep penjumlahan, meningkatkan keaktifan serta minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Dari kegiatan ini siswa menjadi lebih mudah memahami konsep penjumlahan karena menggunakan benda konkret. Keaktifan dan partisipasi siswa selama pembelajaran menjadi meningkat. Sebagian besar siswa mampu menyelesaikan soal penjumlahan dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan

Faktor yang mendukung keberhasilan adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi menyesuaikan karakteristik siswa. Siswa terlibat langsung dalam kegiatan belajar sehingga lebih fokus dan antusias. Dampak positif bagi siswa adalah siswa lebih memahami konsep penjumlahan secara konkret dan kepercayaan diri siswa dalam mengerjakan soal matematika meningkat.

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan

Saya menyadari bahwa penggunaan media pembelajaran yang menarik dan konkret dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi matematika. Hal yang perlu saya pertahankan adalah penggunaan media yang inovatif dan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Hal yang perlu saya tingkatkan adalah pengembangan variasi media dan metode pembelajaran agar semakin sesuai dengan kebutuhan siswa. 

Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya

Saya berharap dapat terus menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, inovatif, dan bermakna sehingga siswa lebih aktif, percaya diri, serta mampu memahami konsep-konsep matematika dengan baik. Selain itu, saya berharap hasil belajar siswa dapat terus meningkat melalui penggunaan media pembelajaran yang beragam dan menarik.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 1 Al-Khazini, Trisna Amalia Putri.

Dari Kelas hingga Puncak Gunung: Merajut Kebersamaan dalam Pendidikan

Dari Kelas hingga Puncak Gunung: Merajut Kebersamaan dalam Pendidikan

Satu Hal yang Paling Berkesan Tahun Ini

Selama satu tahun menjadi wali kelas, pengalaman yang paling berkesan adalah terjalinnya hubungan yang erat antara siswa, orang tua, dan guru. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dibangun melalui komunikasi yang baik, kerja sama, dan berbagai kegiatan kebersamaan. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika kami mengadakan agenda bonding di luar sekolah dengan kegiatan mendaki gunung. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat kekompakan, menumbuhkan rasa saling peduli, serta menciptakan kenangan indah yang akan selalu dikenang.

Hal ini selaras dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila bahwa kita belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, bertanggung jawab dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan

Keberhasilan terbesar yang saya rasakan adalah terciptanya lingkungan belajar yang hangat, penuh semangat, serta didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Tantangan yang dihadapi adalah menyelaraskan waktu, karakter, dan kebutuhan setiap siswa maupun orang tua. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa komunikasi yang baik, kerja sama, dan rasa saling percaya merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan.

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan

Dari seluruh perjalanan selama satu tahun ini, saya belajar bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Guru tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua, begitu pula orang tua membutuhkan sekolah sebagai mitra dalam mendidik anak-anaknya. Saya juga belajar bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari tumbuhnya karakter yang baik, rasa percaya diri, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan anak untuk terus belajar dan berkembang.

Kegiatan bonding di luar sekolah semakin menguatkan keyakinan saya bahwa pengalaman belajar yang bermakna sering kali lahir dari kebersamaan. Ketika guru, siswa, dan orang tua berjalan bersama dalam satu tujuan, proses pendidikan menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan memberikan kesan yang mendalam bagi semua pihak.

Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya

Saya berharap pada tahun berikutnya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua semakin kuat. Semoga pembelajaran menjadi lebih bermakna, karakter siswa terus berkembang, serta semakin banyak kegiatan positif yang dapat mempererat kebersamaan dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 1 Al-Khawarizmi, Ahmad Ubedi. Continue reading →

Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani Belajar dari Puncak : Tafakur Alam dengan Mendaki Gunung Kendil

Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani Belajar dari Puncak : Tafakur Alam dengan Mendaki Gunung Kendil

Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Pengalaman langsung di alam terbuka juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi anak-anak. Hal inilah yang dilakukan oleh siswa-siswi Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani yang mengadakan kegiatan pendakian bersama ke Gunung Kendil melalui jalur Gesing–Tegaron, Banyubiru, pada Selasa (16/6). Sebanyak 10 siswa didampingi orang tua serta wali kelas mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Wali Kelas 1 Al-Khwarizmi, Ahmad Ubedi, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari ketertarikan para wali murid terhadap aktivitas mendaki yang sering ia bagikan melalui media sosial. “Saya dan keluarga memang memiliki hobi mendaki gunung. Setelah beberapa kali membagikan pengalaman tersebut, ternyata banyak wali murid yang juga tertarik. Akhirnya muncul gagasan untuk mengadakan pendakian bersama. Anak-anak sangat antusias dan dapat belajar banyak hal, terutama tentang rasa syukur,” ujarnya.

Sebelum pendakian, para siswa belajar mempersiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan serta menjaga kondisi fisik agar tetap sehat. Selama perjalanan, mereka diajak untuk mengenal lingkungan alam, melatih ketahanan diri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam. Keindahan alam yang mereka temui juga menjadi sarana untuk mengajarkan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah.

Wali Murid Kelas 1 Al Khawarizmi, Bentur Wilambono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kegiatan yang telah dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat luar biasa dan menjadi penyemangat bagi teman-teman yang lain. Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa kecilnya manusia di hadapan kebesaran Allah. Kita patut bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan. Semoga di kesempatan berikutnya kita dapat kembali bersama-sama mengikuti kegiatan tafakur alam,” ujarnya.

Meski berawal dari kegiatan sederhana dan spontan, pendakian bersama ini memberikan banyak manfaat positif bagi seluruh peserta. Selain mempererat tali silaturahmi antara siswa, orang tua, dan guru, kegiatan ini juga membantu menumbuhkan rasa peduli, tanggung jawab, cinta lingkungan, serta kebiasaan bersyukur sejak dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI, SDIT Bina Insani Cetak Generasi Berprestasi

Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI, SDIT Bina Insani Cetak Generasi Berprestasi

SDIT Bina Insani sukses menyelenggarakan Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI pada Sabtu (13/6) di Gedung BBPMP Aula Soekarno. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua JSIT Indonesia Daerah Kota Semarang Kasman, Korsatpen Santoso, Dewan Pembina Yayasan Pujiyanto, serta Sekretaris Yayasan Bina Insan Taqwa Semarang Sigit Cahyantoro.

Ketua panitia, Nur Syamsiah Tri Handayani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah kegitan akhirussanah dapat berjalan dengan lancar dan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal langkah baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat, Al-Qur’an senantiasa menjadi pedoman hidup, dan mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh salihah, berprestasi, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan masyarakat,” ungkapnya.

Wali Murid 6, Rani Trisiana, mengungkapkan rasa syukurnya, “Setelah enam tahun yang berkesan menjadi bagian dari keluarga besar Bina Insani, ternyata di penghujung masa kelulusan kami masih disuguhkan acara Akhirussanah yang luar biasa. Dari harunya melihat foto-foto dan persembahan anak-anak, seru sekaligus deg-degannya menghadapi imtihan acak, bangganya melihat foto versi AI masa depan anak beserta kompetensi dan prestasinya, hingga bahagianya berfoto bersama teman-teman dan para guru. Acara Akhirussanah kemarin benar-benar menjadi rangkaian kenangan indah yang tidak akan terlupakan. Terima kasih, Bina Insani!”

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Diawali dengan Haflah dan Khotmil Qur’an sebagai bentuk syukur atas capaian siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni yang memukau serta prosesi pelepasan siswa kelas VI yang berlangsung penuh haru dan menjadi momen berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.

Murid kelas 6 Al-Baghdadi, Nareswari Hanum Gunawan, mengungkapkan, “Akhirussanah Angkatan XVI kemarin membuat perasaan campur aduk, antara sedih, senang, dan haru. Antara senang mau lulus dan lanjut jenjang SMP, tapi juga sedih karena mau berpisah dengan ustadzah dan teman-teman.”

Sementara itu, murid kelas 6 Al-Baghdadi, Zahra Shavira Hardyani, menambahkan, “Untuk pelaksanaan Akhirussanah cukup lancar dan berkesan, terutama saat kami tampil menyanyi di panggung bersama-sama. Saat itu terasa haru dan bangga bisa menampilkan yang terbaik untuk orangtua dan ustaz ustazah serta para tamu undangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para lulusan SDIT Bina Insani Angkatan XVI dapat terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, menjaga akhlak mulia, serta meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya. Selamat dan sukses untuk seluruh lulusan, semoga menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan menginspirasi.

SDIT Bina Insani Tebarkan Semangat Literasi di Festival Literasi Nasional 2026

SDIT Bina Insani Tebarkan Semangat Literasi di Festival Literasi Nasional 2026

SDIT Bina Insani terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi dengan mengikuti Festival Literasi Nasional di Ballroom Solo Paragon Hotel pada Sabtu (23/5). Dalam kegiatan tersebut, SDIT Bina Insani diwakili oleh Pustakawan Al-Ma’rifah SDIT Bina Insani, Noorma Paramitha.

Piagam Penghargaan dari Nyalanesia untuk SDIT Bina Insani

Pada kesempatan itu, SDIT Bina Insani juga menerima penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional dari Nyalanesia atas dedikasi dan prestasinya dalam menjalankan program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB) selama minimal tiga tahun.

“Acaranya meriah, banyak kategori penghargaan dari mulai lomba menulis siswa sampai lomba menulis guru. Lomba menulis pun masih ada kategorinya antara lain menulis cerpen, puisi, opini, dan pengalaman pribadi,” ujar Noorma Paramitha saat menceritakan pengalamannya mengikuti Festival Literasi Nasional 2026.

Festival Literasi Nasional 2026 menghadirkan beragam kegiatan menarik, di antaranya peluncuran buku terbaik, peluncuran program literasi, penghargaan juara nasional, seminar nasional, hingga puncak acara apresiasi literasi. Kegiatan ini sebenarnya berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 22–24 Mei 2026, namun perwakilan dari SDIT Bina Insani mengikuti rangkaian acara pada tanggal 23 Mei 2026.

Dengan hadirnya perwakilan dari SDIT Bina Insani dalam kegiatan tersebut, diharapkan dapat menambah wawasan serta semangat dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu menjadi motivasi bagi guru maupun siswa untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan menulis serta aktif menghasilkan karya-karya literasi yang bermanfaat.

SDIT Bina Insani Gelar English Talent Show Bertema “Light of Faith in the Universe”

SDIT Bina Insani Gelar English Talent Show Bertema “Light of Faith in the Universe”

SDIT Bina Insani menggelar kegiatan English Talent Show bertema “Light of Faith in the Universe” pada Sabtu (23/5) di Aula Hatta BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa Bilingual Quran Class (BQC) kelas 1, 2, dan 3. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperdalam pemahaman siswa mengenai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf melalui pembelajaran kreatif berbasis bahasa Inggris.

Edi Faisal, selaku pimpinan Yayasan Bina Insan Taqwa mengungkapkan, “English Talent Show ini merupakan kegiatan tahunan yang dirancang khusus bagi siswa kelas 1 sampai 3 Program Bilingual. Apa yang akan kita saksikan hari ini adalah buah dari proses pembelajaran, dedikasi, dan kerja keras anak-anak kita di dalam kelas selama ini,” ujarnya. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri serta kreativitas para siswa.

Ketua Panitia English Talent Show, Trisna Amalia Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan bakat mereka. “English Talent Show ini membantu mengasah keterampilan siswa dalam menampilkan bakatnya. Selain itu, siswa juga belajar bahasa Inggris dalam bentuk nyata sekaligus mempelajari kisah para nabi,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Siswa BQC Kelas 3, Avicenna Arsyad Khalilullah, mengungkapkan rasa senangnya dapat menjadi bagian dari penampilan dalam kegiatan English Talent Show. Ia berperan dalam drama sebagai salah satu kakak dari Nabi Yusuf. “Saya merasa senang dapat tampil dalam drama sebagai kakak Nabi Yusuf. Kegiatan ini membuat saya menjadi lebih percaya diri dan menambah kosakata bahasa Inggris saya,” ujarnya.

Berbagai penampilan menarik ditampilkan oleh para siswa BQC, mulai dari drama, singing, storytelling, poetry, hingga master of ceremony yang mengangkat tema kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf. Untuk memberikan penampilan terbaik, para siswa telah menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Penampilan mereka pun berhasil memukau para orang tua dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, SDIT Bina Insani berharap para siswa dapat semakin terasah keterampilannya, memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, serta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam berbahasa Inggris. Selain itu, nilai-nilai keimanan dan keteladanan dari kisah para nabi diharapkan dapat tertanam dalam diri siswa sejak dini sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Program BI STAR SDIT Bina Insani Perkuat Karakter dan Kreativitas Siswa

Program BI STAR SDIT Bina Insani Perkuat Karakter dan Kreativitas Siswa

Program BI STAR di SDIT Bina Insani kembali menjadi wujud inovasi pendidikan yang menekankan tidak hanya aspek akademik, tetapi juga pengembangan rasa, kepekaan, dan karakter siswa. Kegiatan yang berlangsung pada 27 April hingga 4 Mei ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Laksmina Yussi Rahmandari, menyampaikan bahwa BI STAR menjadi ruang bagi siswa untuk belajar lebih luas. “Mereka belajar untuk peduli, bekerja sama, bertanggung jawab, serta berani mengekspresikan ide dan gagasan melalui karya nyata yang dapat disaksikan bersama.”

Selain itu, program ini juga melatih siswa untuk berperan sebagai juru dakwah yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan tidak hanya secara lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata. Berbagai kegiatan yang diikuti siswa mendorong mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan serta berkontribusi melalui karya yang bermanfaat bagi orang lain.

Melalui BI STAR, SDIT Bina Insani berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam perjalanan hidup mereka. Dengan pengalaman yang diperoleh, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu dan beriman, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.