Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani Belajar dari Puncak : Tafakur Alam dengan Mendaki Gunung Kendil

Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani Belajar dari Puncak : Tafakur Alam dengan Mendaki Gunung Kendil

Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Pengalaman langsung di alam terbuka juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi anak-anak. Hal inilah yang dilakukan oleh siswa-siswi Kelas 1 Al-Khwarizmi SDIT Bina Insani yang mengadakan kegiatan pendakian bersama ke Gunung Kendil melalui jalur Gesing–Tegaron, Banyubiru, pada Selasa (16/6). Sebanyak 10 siswa didampingi orang tua serta wali kelas mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Wali Kelas 1 Al-Khwarizmi, Ahmad Ubedi, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari ketertarikan para wali murid terhadap aktivitas mendaki yang sering ia bagikan melalui media sosial. “Saya dan keluarga memang memiliki hobi mendaki gunung. Setelah beberapa kali membagikan pengalaman tersebut, ternyata banyak wali murid yang juga tertarik. Akhirnya muncul gagasan untuk mengadakan pendakian bersama. Anak-anak sangat antusias dan dapat belajar banyak hal, terutama tentang rasa syukur,” ujarnya.

Sebelum pendakian, para siswa belajar mempersiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan serta menjaga kondisi fisik agar tetap sehat. Selama perjalanan, mereka diajak untuk mengenal lingkungan alam, melatih ketahanan diri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam. Keindahan alam yang mereka temui juga menjadi sarana untuk mengajarkan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah.

Wali Murid Kelas 1 Al Khawarizmi, Bentur Wilambono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kegiatan yang telah dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat luar biasa dan menjadi penyemangat bagi teman-teman yang lain. Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa kecilnya manusia di hadapan kebesaran Allah. Kita patut bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan. Semoga di kesempatan berikutnya kita dapat kembali bersama-sama mengikuti kegiatan tafakur alam,” ujarnya.

Meski berawal dari kegiatan sederhana dan spontan, pendakian bersama ini memberikan banyak manfaat positif bagi seluruh peserta. Selain mempererat tali silaturahmi antara siswa, orang tua, dan guru, kegiatan ini juga membantu menumbuhkan rasa peduli, tanggung jawab, cinta lingkungan, serta kebiasaan bersyukur sejak dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI, SDIT Bina Insani Cetak Generasi Berprestasi

Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI, SDIT Bina Insani Cetak Generasi Berprestasi

SDIT Bina Insani sukses menyelenggarakan Khotmil Qur’an dan Akhirussanah Angkatan XVI pada Sabtu (13/6) di Gedung BBPMP Aula Soekarno. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua JSIT Indonesia Daerah Kota Semarang Kasman, Korsatpen Santoso, Dewan Pembina Yayasan Pujiyanto, serta Sekretaris Yayasan Bina Insan Taqwa Semarang Sigit Cahyantoro.

Ketua panitia, Nur Syamsiah Tri Handayani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah kegitan akhirussanah dapat berjalan dengan lancar dan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal langkah baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat, Al-Qur’an senantiasa menjadi pedoman hidup, dan mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh salihah, berprestasi, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kelas 6, Rani Trisiana, mengungkapkan rasa syukurnya, “Setelah enam tahun yang berkesan menjadi bagian dari keluarga besar Bina Insani, ternyata di penghujung masa kelulusan kami masih disuguhkan acara Akhirussanah yang luar biasa. Dari harunya melihat foto-foto dan persembahan anak-anak, seru sekaligus deg-degannya menghadapi imtihan acak, bangganya melihat foto versi AI masa depan anak beserta kompetensi dan prestasinya, hingga bahagianya berfoto bersama teman-teman dan para guru. Acara Akhirussanah kemarin benar-benar menjadi rangkaian kenangan indah yang tidak akan terlupakan. Terima kasih, Bina Insani!”

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Diawali dengan Haflah dan Khotmil Qur’an sebagai bentuk syukur atas capaian siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni yang memukau serta prosesi pelepasan siswa kelas VI yang berlangsung penuh haru dan menjadi momen berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.

Murid kelas 6 Al-Baghdadi, Nareswari Hanum Gunawan, mengungkapkan, “Akhirussanah Angkatan XVI kemarin membuat perasaan campur aduk, antara sedih, senang, dan haru. Antara senang mau lulus dan lanjut jenjang SMP, tapi juga sedih karena mau berpisah dengan ustadzah dan teman-teman.”

Sementara itu, murid kelas 6 Al-Baghdadi, Zahra Shavira Hardyani, menambahkan, “Untuk pelaksanaan Akhirussanah cukup lancar dan berkesan, terutama saat kami tampil menyanyi di panggung bersama-sama. Saat itu terasa haru dan bangga bisa menampilkan yang terbaik untuk orangtua dan ustaz ustazah serta para tamu undangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para lulusan SDIT Bina Insani Angkatan XVI dapat terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, menjaga akhlak mulia, serta meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya. Selamat dan sukses untuk seluruh lulusan, semoga menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan menginspirasi.

SDIT Bina Insani Tebarkan Semangat Literasi di Festival Literasi Nasional 2026

SDIT Bina Insani Tebarkan Semangat Literasi di Festival Literasi Nasional 2026

SDIT Bina Insani terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi dengan mengikuti Festival Literasi Nasional di Ballroom Solo Paragon Hotel pada Sabtu (23/5). Dalam kegiatan tersebut, SDIT Bina Insani diwakili oleh Pustakawan Al-Ma’rifah SDIT Bina Insani, Noorma Paramitha.

Piagam Penghargaan dari Nyalanesia untuk SDIT Bina Insani

Pada kesempatan itu, SDIT Bina Insani juga menerima penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional dari Nyalanesia atas dedikasi dan prestasinya dalam menjalankan program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB) selama minimal tiga tahun.

“Acaranya meriah, banyak kategori penghargaan dari mulai lomba menulis siswa sampai lomba menulis guru. Lomba menulis pun masih ada kategorinya antara lain menulis cerpen, puisi, opini, dan pengalaman pribadi,” ujar Noorma Paramitha saat menceritakan pengalamannya mengikuti Festival Literasi Nasional 2026.

Festival Literasi Nasional 2026 menghadirkan beragam kegiatan menarik, di antaranya peluncuran buku terbaik, peluncuran program literasi, penghargaan juara nasional, seminar nasional, hingga puncak acara apresiasi literasi. Kegiatan ini sebenarnya berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 22–24 Mei 2026, namun perwakilan dari SDIT Bina Insani mengikuti rangkaian acara pada tanggal 23 Mei 2026.

Dengan hadirnya perwakilan dari SDIT Bina Insani dalam kegiatan tersebut, diharapkan dapat menambah wawasan serta semangat dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu menjadi motivasi bagi guru maupun siswa untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan menulis serta aktif menghasilkan karya-karya literasi yang bermanfaat.

SDIT Bina Insani Gelar English Talent Show Bertema “Light of Faith in the Universe”

SDIT Bina Insani Gelar English Talent Show Bertema “Light of Faith in the Universe”

SDIT Bina Insani menggelar kegiatan English Talent Show bertema “Light of Faith in the Universe” pada Sabtu (23/5) di Aula Hatta BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa Bilingual Quran Class (BQC) kelas 1, 2, dan 3. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperdalam pemahaman siswa mengenai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf melalui pembelajaran kreatif berbasis bahasa Inggris.

Edi Faisal, selaku pimpinan Yayasan Bina Insan Taqwa mengungkapkan, “English Talent Show ini merupakan kegiatan tahunan yang dirancang khusus bagi siswa kelas 1 sampai 3 Program Bilingual. Apa yang akan kita saksikan hari ini adalah buah dari proses pembelajaran, dedikasi, dan kerja keras anak-anak kita di dalam kelas selama ini,” ujarnya. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri serta kreativitas para siswa.

Ketua Panitia English Talent Show, Trisna Amalia Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan bakat mereka. “English Talent Show ini membantu mengasah keterampilan siswa dalam menampilkan bakatnya. Selain itu, siswa juga belajar bahasa Inggris dalam bentuk nyata sekaligus mempelajari kisah para nabi,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Siswa BQC Kelas 3, Avicenna Arsyad Khalilullah, mengungkapkan rasa senangnya dapat menjadi bagian dari penampilan dalam kegiatan English Talent Show. Ia berperan dalam drama sebagai salah satu kakak dari Nabi Yusuf. “Saya merasa senang dapat tampil dalam drama sebagai kakak Nabi Yusuf. Kegiatan ini membuat saya menjadi lebih percaya diri dan menambah kosakata bahasa Inggris saya,” ujarnya.

Berbagai penampilan menarik ditampilkan oleh para siswa BQC, mulai dari drama, singing, storytelling, poetry, hingga master of ceremony yang mengangkat tema kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf. Untuk memberikan penampilan terbaik, para siswa telah menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Penampilan mereka pun berhasil memukau para orang tua dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, SDIT Bina Insani berharap para siswa dapat semakin terasah keterampilannya, memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, serta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam berbahasa Inggris. Selain itu, nilai-nilai keimanan dan keteladanan dari kisah para nabi diharapkan dapat tertanam dalam diri siswa sejak dini sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Program BI STAR SDIT Bina Insani Perkuat Karakter dan Kreativitas Siswa

Program BI STAR SDIT Bina Insani Perkuat Karakter dan Kreativitas Siswa

Program BI STAR di SDIT Bina Insani kembali menjadi wujud inovasi pendidikan yang menekankan tidak hanya aspek akademik, tetapi juga pengembangan rasa, kepekaan, dan karakter siswa. Kegiatan yang berlangsung pada 27 April hingga 4 Mei ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Laksmina Yussi Rahmandari, menyampaikan bahwa BI STAR menjadi ruang bagi siswa untuk belajar lebih luas. “Mereka belajar untuk peduli, bekerja sama, bertanggung jawab, serta berani mengekspresikan ide dan gagasan melalui karya nyata yang dapat disaksikan bersama.”

Selain itu, program ini juga melatih siswa untuk berperan sebagai juru dakwah yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan tidak hanya secara lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata. Berbagai kegiatan yang diikuti siswa mendorong mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan serta berkontribusi melalui karya yang bermanfaat bagi orang lain.

Melalui BI STAR, SDIT Bina Insani berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam perjalanan hidup mereka. Dengan pengalaman yang diperoleh, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu dan beriman, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

One Journey, Endless Stories: SDIT Bina Insani Gelar Study Tour Edukatif ke Yogyakarta

One Journey, Endless Stories: SDIT Bina Insani Gelar Study Tour Edukatif ke Yogyakarta

Yogyakarta — SDIT Bina Insani terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran kontekstual di luar kelas. Pada Kamis–Jumat, 16–17 April, murid-murid kelas V melaksanakan kegiatan study tour ke Yogyakarta dengan mengunjungi sejumlah destinasi edukatif, antara lain Taman Pintar, Bakpia Jogkem, Batik Giriloyo, dan Ledok Sambi. Kegiatan ini mengusung tema “One Journey, Endless Stories” sebagai refleksi dari pengalaman belajar yang kaya dan berkesan.

Wali murid kelas V, Ocktavia Cristyari Suwandi, menyampaikan kesan dan pesannya selama kegiatan study tour berlangsung. Ia mengungkapkan, “Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi anak-anak. Partner selama study tour juga sangat memengaruhi tingkat kenyamanan dan kebahagiaan mereka dalam belajar.” Ia juga berharap, “SDIT Bina Insani dapat terus konsisten dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui berbagai kegiatan edukatif yang menarik, seperti study tour ini.”

Salah satu murid kelas V, Silmi, turut menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Saya sangat senang mengikuti study tour kemarin. Kegiatannya seru dan memberikan pengalaman yang berkesan.” Ia juga menambahkan, “Saya berharap dapat kembali mengikuti kegiatan seperti ini di masa mendatang.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan para murid dapat memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta membangun relasi yang positif. Selain itu, study tour ini juga menjadi sarana rekreasi edukatif yang menyenangkan, sehingga mampu memberikan keseimbangan antara pembelajaran dan hiburan bagi para peserta.

SDIT Bina Insani Terima Kunjungan Studi Tiru dari Sekolah Ar-Raudah Lampung

SDIT Bina Insani Terima Kunjungan Studi Tiru dari Sekolah Ar-Raudah Lampung

Semarang — SDIT Bina Insani berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan sekolah melalui berbagai program pengembangan, salah satunya melalui kegiatan Studi Tiru. Dalam rangka tersebut, SDIT Bina Insani menerima kunjungan dari Sekolah Ar-Raudah Lampung pada Rabu (8/4) yang berlangsung di Gedung C Bina Insani. Rombongan yang datang terdiri dari 11 perwakilan yang terdiri dari yayasan, kepala sekolah, TK, SD, SMP, dan jajarannya yang menempuh perjalanan jauh dari Lampung.

Kegiatan Studi Tiru ini menjadi sarana pembelajaran bersama antar lembaga pendidikan, di mana kedua belah pihak dapat saling bertukar pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam pengelolaan sekolah. Selain kegiatan sharing, rombongan juga berkesempatan mengikuti tour sekolah yang mencakup unit daycare, KB, TK, hingga SDIT Bina Insani. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang positif demi kemajuan pendidikan.

Sekretaris Yayasan Bina Insan Taqwa, Sigit Cayantoro, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Ia menyatakan, “Kami sangat senang menerima kunjungan dari rekan-rekan pendidik yang datang jauh dari Lampung. Kegiatan ini menjadi momen yang berharga untuk saling berbagi dan belajar bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.”

Sementara itu, Ketua Yayasan Ar-Raudah, Husna Dwiyana, juga mengungkapkan rasa bahagianya dapat berkunjung ke SDIT Bina Insani. Ia menyampaikan, “Kami merasa sangat senang dapat belajar bersama di sini. Harapannya, kunjungan ini dapat menambah wawasan dan memberikan inspirasi untuk pengembangan sekolah kami ke depannya.”

Dengan adanya kegiatan Studi Tiru ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar sekolah serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pertukaran ide dan inovasi yang bermanfaat bagi kedua institusi.

SDIT Bina Insani Sukses Gelar Funtastic 4 Show, Tampilkan Kreativitas dan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa

SDIT Bina Insani Sukses Gelar Funtastic 4 Show, Tampilkan Kreativitas dan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa

Semarang – SDIT Bina Insani sukses menyelenggarakan puncak program Funtastic 4 (F4) bagi siswa kelas 4 melalui gelaran F4 Show yang berlangsung meriah pada Sabtu (14/2) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas 4 beserta wali murid dan menjadi penutup rangkaian program yang telah berjalan selama empat minggu.

Program Funtastic 4 merupakan kegiatan pengembangan karakter dan keterampilan siswa yang berfokus pada penerapan value Bina Insani SIDIQ (Sinergi, Iman dan Dakwah, Inovatif, dan Qurani) dengan pembiasaannya 7 Habits, peningkatan kemampuan literasi, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, serta penguatan kreativitas melalui berbagai komunitas minat dan bakat.

Wali Kelas 4, Desvika Restu Setyaningsih, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa.

“Alhamdulillah, kita bisa sampai di puncak kegiatan Funtastic 4. Saya sangat senang melihat murid-murid kelas 4 semakin mampu menerapkan 7 habits dalam keseharian mereka dan semakin lancar berbahasa Inggris. Penampilan mereka hari ini luar biasa,” ujarnya.

Selama program berlangsung, siswa dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari sehingga tumbuh rasa percaya diri dan sikap proaktif. Perkembangan ini terlihat jelas dalam setiap penampilan dan presentasi karya pada F4 Show.

Antusiasme siswa dan dukungan penuh dari para wali murid menjadi energi positif yang memperkuat keberhasilan program ini. Tidak hanya menghasilkan karya yang membanggakan, Funtastic 4 juga membentuk karakter, kemandirian, serta keterampilan komunikasi siswa, khususnya dalam bahasa Inggris.

Melalui kegiatan ini, SDIT Bina Insani berharap kemampuan bahasa Inggris siswa semakin berkembang dengan baik serta menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menuju Puncak Funtastic 4 Show, Murid Kelas 4 Siap Tampilkan Karya Terbaik

Menuju Puncak Funtastic 4 Show, Murid Kelas 4 Siap Tampilkan Karya Terbaik

Semarang – Program Funtastic 4 kelas 4 SDIT Bina Insani kini telah memasuki minggu ketiga. Pada rentang tanggal 2–6 Februari 2026, para murid menyelesaikan karya-karya mereka hingga tuntas. Karya-karya tersebut nantinya akan dipentaskan dalam acara puncak Funtastic 4 Show yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.

Wali kelas 4, Damar Asih Setiyowati, mengungkapkan perkembangan murid-murid yang cukup signifikan. “Murid-murid dengan penuh tanggung jawab menjalankan ketujuh habits serta menuntaskan hasil karya untuk ditampilkan di Funtastic 4 Show,” ujarnya. Hal ini menunjukkan kesungguhan dan disiplin siswa dalam menyelesaikan setiap tahapan kegiatan.

Setiap komunitas telah menghasilkan karya masing-masing, mulai dari Komunitas Memasak hingga Komunitas Canva. Murid-murid menyiapkan penampilan terbaik mereka untuk memeriahkan acara puncak, sehingga setiap karya tidak hanya kreatif tetapi juga siap dipresentasikan dalam bentuk presentation yang menarik. Pada proses ini, anak-anak mulai terbiasa menggunakan bahasa Inggris sederhana, baik dalam vocabulary, expression, maupun saat menjelaskan karya mereka, sehingga kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris terus meningkat.

Selain itu, pada hari Jumat, diadakan lomba PBB antar komunitas. Kegiatan ini tidak hanya menambah semangat kompetisi, tetapi juga mengajarkan kerjasama, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab kepada setiap peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Funtastic 4 yang membangun karakter murid secara menyenangkan.

Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses hingga acara puncak. Dengan persiapan matang, semangat tinggi, serta dukungan English learning environment, diharapkan Funtastic 4 Show dapat menjadi momen yang mengesankan sekaligus menampilkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan terbaik siswa kelas 4 SDIT Bina Insani.

Funtastic 4 Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Murid Kelas 4 SDIT Bina Insani

Funtastic 4 Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Murid Kelas 4 SDIT Bina Insani

Semarang – Alhamdulillah, kegiatan Funtastic 4 pekan kedua yang dilaksanakan pada 26–30 Januari 2026 telah berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, mulai 19 Januari hingga 13 Februari 2026, dengan melibatkan seluruh murid kelas 4.

Wali Kelas 4, Kamilatun Nisa, mengungkapkan bahwa kegiatan Funtastic 4 membantu murid meningkatkan literasi dan kepercayaan diri. “Dalam kegiatan ini, murid kelas 4 mengikuti beragam komunitas sesuai minat masing-masing, seperti komunitas handicraft, menggambar, menulis, Canva, mendongeng, dan memasak. Selain itu, murid juga dilatih untuk membangun kebiasaan positif melalui penerapan Seven Habits,” ungkapnya.

Pada minggu kedua pelaksanaan, murid kelas 4 menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam setiap kegiatan, termasuk kegiatan Bahasa Inggris. Murid berlatih penguasaan kosakata dan percakapan sederhana melalui permainan edukatif serta praktik dialog dua arah di dalam kelompok. Pada saat yang sama, komunitas menulis mulai aktif menghasilkan berbagai karya berupa puisi, pantun, dan teka-teki. Komunitas handicraft berkreasi membuat bunga dari kawat, sementara komunitas memasak berhasil membuat cilok lengkap dengan saus buatan sendiri.

Selain itu, komunitas mendongeng mulai mengasah kemampuan bercerita di depan teman-teman, sedangkan komunitas Canva membuat poster-poster pengingat yang nantinya akan dipasang di lingkungan sekolah sebagai penguat kebiasaan baik.

Tidak hanya kegiatan di dalam sekolah, murid kelas 4 juga melakukan kunjungan edukatif ke Museum AKPOL. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berharga sekaligus membantu meningkatkan wawasan dan kepercayaan diri murid. Melalui kegiatan Funtastic 4 ini, diharapkan literasi dan kepercayaan diri murid kelas 4 terus meningkat secara berkelanjutan.