Selama menjadi guru beberapa tahun terakhir, banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil dari berbagai peristiwa yang berhubungan dengan dunia pendidikan, salah satunya adalah pentingnya menanamkan empati kepada setiap siswa
Empati bukan hanya slogan semata yang bisa digaungkan oleh setiap insan, akan tetapi empati adalah sesuatu yang mengakar dalam ucapan dan perilaku tanpa harus memandang dia guru ataupun murid. Ketika pendidikan diajarkan tanpa adanya empati, maka akan melahirkan para insan sombong yang tidak tahu diri sebagai penerus bangsa kita.
Contoh kongkrit yang pernah saya temui dalam dunia pendidikan bagaimana masih banyaknya para siswa yang acuh pada teman, lingkungan, maupun dirinya sendiri. Mereka acuh terhadap sampah yang berserakan, mereka acuh dengan temannya yang kesusahan, merekapun acuh dengan dirinya sendiri yang menjadi ranah kewajibannya. Mereka berdalih bukan urusan saya, bukan milik saya, bukan kewajiban saya dan sebagainya.
Dari berbagai permasalahan yang ada diatas, muaranya adalah tidak adanya empati yang tertanam didalam diri seorang siswa, maka dari itu ada tugas besar yang harus diemban seorang guru untuk mengajarkan empati kepada siswanya dan bisa dimulai oleh gurunya sendiri untuk mencontohkan bagaimana menjadi manusia berempati. Guru juga berhak mengajak orang tua siswa untuk bekerja sama dalam menanamkan nilai nilai empati kepada anaknya sejak mulai dari rumah, yakni memberikan contoh langsung kepada anak bagaimana menjadi manusia berempati.
Saya berharap banyak guru dan orang tua yang sadar kedepan, betapa pentingnya empati dalam dunia Pendidikan, karena empati adalah hal terbaik yang bisa dimiliki oleh seorang manusia.
*Catatan ini ditulis oleh Guru Quran, Ibrahim Abdullah.



