Menanamkan Metode Ilman Wa Ruhan Melalui Pendekatan Ruh dan Halaqah Melingkar

Menanamkan Metode Ilman Wa Ruhan Melalui Pendekatan Ruh dan Halaqah Melingkar

Tahun ini, momen paling berkesan bagi saya adalah melihat transformasi siswa kelas 1 yang awalnya sangat kaku dan pemalu dalam melafalkan huruf-huruf hijaiyah, perlahan-lahan tumbuh menjadi anak yang fasih, berani, serta penuh rasa percaya diri. Menghadapi anak usia transisi dari TK ke SD memang membutuhkan pasokan kesabaran ekstra serta pendekatan yang jauh lebih personal. Melalui konsistensi tahapan mengajar metode Ilman Wa Ruhan mulai dari pembukaan untuk mengondisikan jiwa anak, penjelasan bersama di depan kelas, hingga simakan individu, saya berusaha keras membangun kedekatan emosional agar mereka merasa aman, nyaman, dan tidak menganggap jam Al-Qur’an sebagai sebuah beban yang menakutkan. Hasilnya sangat disyukuri, anak-anak yang tadinya suka mogok mengaji kini justru sangat antusias dan bangga setiap kali maju menyetorkan hafalan jilid mereka dengan ritme panjang-pendek yang teratur.

​Namun, proses ini bukan tanpa tantangan. Kendala utama yang kerap dihadapi adalah terbatasnya durasi jam pelajaran serta pendeknya rentang fokus anak kelas 1, yang sering kali memicu kejenuhan dan kebisingan saat mereka harus menunggu antrean simakan. Untuk mengatasi hal tersebut, saya mengevaluasi faktor yang perlu diperbaiki dengan memanfaatkan buku jilid milik siswa sebagai bahan bacaan mandiri dan murojaah. Selain itu, saya juga melatih siswa untuk belajar menyimak bacaan temannya yang sedang maju secara khusyuk dari tempatnya masing-masing demi menumbuhkan rasa empati. Pengalaman berharga ini menyadarkan saya bahwa kunci utama keberhasilan mengajar Al-Qur’an di kelas 1 bukanlah sekadar menuntaskan target halaman, melainkan hadirnya telinga guru yang tulus menyimak dan hati yang sabar merangkul setiap proses mereka sesuai dengan prinsip ruh.

​Ke depan, saya berkomitmen penuh untuk merapikan manajemen halaqah melingkar agar suasana antrean tetap kondusif, memperkuat variasi strategi mengajar yang menyenangkan, serta memberikan catatan perkembangan jilid dan hafalan yang detail kepada orang tua agar proses simakan dengan metode yang sama bisa disinkronkan di rumah. Harapan besar saya, kelas Al-Qur’an ini akan selalu menjadi tempat meneduhkan yang selalu dirindukan oleh anak-anak, sekaligus mampu menanamkan fondasi jiwa yang tulus mencintai Al-Qur’an hingga mereka tumbuh dewasa nanti.

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Guru Quran, Asfi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *