Semarak Hari Aksara 2026, SDIT Bina Insani Ikut Lestarikan Aksara Daerah

Semarak Hari Aksara 2026, SDIT Bina Insani Ikut Lestarikan Aksara Daerah

Semarang – SDIT Bina Insani menjadi salah satu tamu undangan dalam kegiatan Peringatan Hari Aksara 2026 yang digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Selasa (8/9). Mengusung tema “Menghidupkan Kembali Aksara Daerah dalam Harmoni MTQ”, kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bersama Kecamatan Banyumanik.

Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Aksara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, budaya membaca, serta pelestarian aksara daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran siswa dan guru pendamping dari berbagai sekolah.

Sebanyak kurang lebih 87 siswa kelas 5 bersama guru pendamping dari SDIT Bina Insani turut hadir dan meramaikan kegiatan. Para siswa mengikuti rangkaian acara dengan antusias sekaligus mendapatkan pengalaman berharga tentang pentingnya mengenal dan menjaga warisan budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kecintaan generasi muda terhadap budaya dan aksara daerah. Kehadiran SDIT Bina Insani juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menumbuhkan budaya literasi serta mengenalkan kekayaan budaya kepada anak-anak sejak dini.

Serunya PLS di Hortimart, Siswa Kelas 3 SDIT Bina Insani Belajar Cintai Buah dan Sayur

Serunya PLS di Hortimart, Siswa Kelas 3 SDIT Bina Insani Belajar Cintai Buah dan Sayur

Semarang – Siswa kelas 3 SDIT Bina Insani mengikuti kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) di Hortimart, Rabu (9/8). Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan dengan mengajak siswa mengenal beragam jenis buah dan sayur secara langsung melalui aktivitas di lingkungan terbuka.

Wali Kelas 3 SDIT Bina Insani, Qumairoh Dwi Safitri, mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan PLS dapat berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah para siswa dapat belajar langsung di alam terbuka tentang berbagai jenis tanaman, belajar menanam benih cabai, menyayangi hewan serta bersyukur atas semua ciptaan Allah Subhanahu Wa Taala,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak berkeliling kebun, memberi makan kelinci, menanam cabai, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif lainnya. Melalui pengalaman secara langsung tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang buah dan sayur, tetapi juga diajak memahami pentingnya mengonsumsi makanan sehat sejak dini.

Kegiatan PLS ke Hortimart diharapkan dapat menambah wawasan siswa sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap buah dan sayur. Dengan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan, siswa diharapkan semakin mengenal, menyukai, dan terbiasa mengonsumsi buah serta sayur dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Kelas ke Dunia Global: SDIT Bina Insani Hadirkan Native Speaker Amerika Serikat dalam Fun English Day

Dari Kelas ke Dunia Global: SDIT Bina Insani Hadirkan Native Speaker Amerika Serikat dalam Fun English Day

Semarang — Bilingual Quran Class (BQC) SDIT Bina Insani menggelar Fun English Day pada Selasa (8/9) dengan menghadirkan dua native speaker asal Amerika Serikat, Omar Otiz dan Anna Hill. Kegiatan berlangsung di kelas-kelas BQC dengan menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan menyenangkan bagi para siswa.

Kepala SDIT Bina Insani, Hengki Firman Syah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum berharga bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar Bahasa Inggris secara langsung bersama native speaker.

“Kegiatan ini menjadi momentum sekaligus memori yang berkesan bagi para siswa untuk belajar Bahasa Inggris langsung dengan native speaker. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para siswa,” ujarnya.

Fun English Day dikemas dengan tema berbeda di setiap jenjang. Siswa kelas 1 belajar melalui tema “Let’s Play” dengan materi seputar toys and games, kelas 2 mengangkat tema “Public Spaces” dan mempelajari berbagai tempat serta preposition seperti in front of, next to, dan between. Sementara itu, kelas 3 mempelajari tema “Around Town”, sedangkan kelas 4 dan 5 mengeksplorasi tema “Park”.

Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Interaksi langsung dengan native speaker memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan Bahasa Inggris secara autentik, memperkaya kosakata, serta mempraktikkan kemampuan berbicara dalam suasana yang lebih natural dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, BQC SDIT Bina Insani berharap siswa semakin percaya diri menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman belajar bersama native speaker juga diharapkan dapat memperluas wawasan siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan keberanian mereka untuk berkomunikasi dalam lingkungan global.

SDIT Bina Insani Peringati Maulid Nabi dengan Dongeng dan Tausiyah

SDIT Bina Insani Peringati Maulid Nabi dengan Dongeng dan Tausiyah

Semarang — SDIT Bina Insani memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dengan menggelar kegiatan dongeng dan tausiyah pada Jumat (21/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 6 dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni QLC dan lapangan Gedung B SDIT Bina Insani.

Siswa kelas 1–3 mengikuti kegiatan dongeng di QLC, sedangkan siswa kelas 4–6 mengikuti tausiyah di lapangan Gedung B. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam kepada para siswa agar mereka dapat meneladani sifat-sifat beliau serta menerapkan sunahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua panitia, Nadia Ainun Kholisoh, mengungkapkan bahwa kegiatan Maulid Nabi menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam kepada siswa melalui kegiatan yang sesuai dengan usia mereka.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad di SDIT Bina Insani telah berjalan dengan lancar. Alhamdulillah semua siswa mengikuti setiap kegiatan dengan antusias, mulai dari perlombaan, dongeng Islami, hingga tabligh akbar. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk bergembira dan mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar tentang semangat perjuangan, kerja sama, sportivitas, serta meneladani akhlak Rasulullah,” ujarnya.

Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba kemerdekaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam perlombaan tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SDIT Bina Insani berharap dapat meningkatkan rasa cinta siswa kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam sekaligus menumbuhkan semangat untuk meneladani sifat dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah TKIT dan SDIT Bina Insani Semarang Jadi Kepala Sekolah Mentor dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Grobogan

Kepala Sekolah TKIT dan SDIT Bina Insani Semarang Jadi Kepala Sekolah Mentor dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Grobogan

Semarang – Kepala Sekolah TKIT dan SDIT Bina Insani Semarang menjadi kepala sekolah mentor dalam kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Grobogan yang berlangsung pada Senin-Jumat (24-28/8) di Gedung SIT Bina Insani.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tujuh bakal calon kepala sekolah. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar, berdiskusi, serta berbagi pengalaman secara langsung dengan kepala sekolah mentor terkait pengelolaan dan pengembangan satuan pendidikan.

Kepala SDIT Bina Insani, Hengki Firmansyah, mengungkapkan rasa syukur dan senangnya karena TKIT dan SDIT Bina Insani dipercaya menjadi salah satu sekolah tuan rumah sekaligus menjadi tempat belajar bagi para bakal calon kepala sekolah.

“Masyaallah, alhamdulillah, kami tidak menyangka sekolah kami dipercaya menjadi salah satu tempat belajar untuk berbagi pengalaman dan melakukan sharing terkait pengelolaan sekolah. Kami dengan senang hati menerima kunjungan ini. Semoga ke depannya dapat terjalin kolaborasi yang baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang telah ditentukan sebelumnya. Materi pelatihan terbagi menjadi beberapa bagian, yakni materi umum, materi pokok, belajar bersama kepala sekolah mentor, materi penunjang, serta materi pendukung.

Kepala Sekolah TKIT Bina Insani, Ana Suci Lina Wati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk saling berbagi, belajar satu sama lain, dan bertukar pengalaman dalam mengelola sekolah. Kami berharap pengalaman yang kami bagikan dapat memberikan manfaat bagi para bakal calon kepala sekolah dalam mempersiapkan diri menjalankan amanah sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para bakal calon kepala sekolah diharapkan dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang relevan sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepemimpinan di sekolah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi, berbagi praktik baik, serta menciptakan budaya saling belajar antara para peserta dengan TKIT dan SDIT Bina Insani.

TKIT dan SDIT Bina Insani berharap pengalaman dan praktik pengelolaan sekolah yang dibagikan selama kegiatan dapat memberikan manfaat bagi para peserta serta menjadi inspirasi bagi pengembangan sekolah di Kabupaten Grobogan.

BPOM Semarang Sosialisasikan Keamanan Pangan di SDIT Bina Insani, Seluruh Sampel Kantin Dinyatakan Aman

BPOM Semarang Sosialisasikan Keamanan Pangan di SDIT Bina Insani, Seluruh Sampel Kantin Dinyatakan Aman

SDIT Bina Insani terus berkomitmen tidak hanya memberikan pendidikan terbaik, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keamanan pangan dan pemeriksaan makanan serta minuman kantin yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang pada Kamis (6/8), di SDIT Bina Insani.

Dalam kegiatan tersebut, tim BPOM Semarang memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya memilih makanan yang bergizi, sehat, dan aman untuk dikonsumsi. Selain penyuluhan, petugas BPOM juga melakukan pengambilan sampel makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah untuk diuji.

Petugas UKS SDIT Bina Insani, Arfiana Afanin Zahro, selaku salah satu penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan peserta didik.

“Alhamdulillah, kegiatan penyuluhan ini telah berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari seluruh peserta dan diikuti oleh penanggung jawab kantin, perwakilan guru, Tim Kantin Sehat, serta para murid. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan lingkungan kantin yang lebih sehat, serta semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Aamiin. ,” ujarnya.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa kualitas makanan dan minuman yang tersedia di kantin sekolah telah memenuhi aspek keamanan pangan sehingga layak dikonsumsi oleh warga sekolah.

Melalui kegiatan ini, SDIT Bina Insani berharap dapat terus meningkatkan mutu keamanan pangan di lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk memilih makanan yang sehat, bergizi, dan aman sebagai bagian dari pola hidup sehat sejak usia dini.

Semarak MPLS SDIT Bina Insani, Sambut Langkah Pertama Murid Baru Menuju Dunia Sekolah Dasar

Semarak MPLS SDIT Bina Insani, Sambut Langkah Pertama Murid Baru Menuju Dunia Sekolah Dasar

Semarang – SDIT Bina Insani menyambut peserta didik baru kelas I dengan penuh semangat melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar pada Senin (13/7) di Gedung B Bina Insani. Kegiatan ini menjadi momen awal bagi para murid untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman, serta budaya belajar yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SDIT Bina Insani.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan MPLS yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Pembukaan secara simbolis dilakukan melalui penyematan topi dan cocard kepada perwakilan peserta didik baru, Mahesa Jenar dan Mariyam Greetje Nadira, oleh Kepala SDIT Bina Insani, Hengki Firman Syah. Prosesi tersebut menjadi simbol diterimanya murid baru sebagai bagian dari keluarga besar SDIT Bina Insani.

Ketua Panitia MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Nur Syamsiah Tri Handayani, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan pada hari pertama.

“Alhamdulillah, kegiatan MPLS dapat berjalan dengan lancar. Semoga seluruh peserta didik baru merasa senang, semakin mengenal lingkungan sekolah, serta dapat beradaptasi dengan baik bersama guru dan teman-teman,” ujarnya.

Suasana semakin semarak dengan prosesi pelepasan burung merpati yang dilakukan oleh pimpinan sekolah bersama Ketua Panitia MPLS. Pelepasan burung merpati menjadi simbol harapan agar seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta mampu menggapai cita-cita mereka.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan penampilan Sabia dan El yang membawakan lagu Rahmatan Lil ‘Alamin dan Hari Pertama Masuk Sekolah. Penampilan tersebut mengundang antusiasme para murid baru yang ikut bernyanyi dan bertepuk tangan, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan di hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan MPLS ini, SDIT Bina Insani berharap peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan lebih baik, membangun rasa percaya diri, serta menjalin hubungan yang positif dengan guru dan teman-temannya. Dengan pengenalan yang menyenangkan sejak hari pertama, diharapkan seluruh murid siap mengikuti proses pembelajaran dan berkembang menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta berakhlak mulia.

Seni Beradaptasi, Berkolaborasi, dan Menginspirasi

Seni Beradaptasi, Berkolaborasi, dan Menginspirasi

Menjadi seorang pendidik adalah perjalanan yang penuh dengan kejutan dan proses belajar yang tiada henti. Tahun lalu menjadi tonggak sejarah baru dalam karir saya sebagai guru di SD IT Bina Insani. Setelah sekian lama terbiasa menjadi guru wali kelas yang mengampu pelajaran Mmuatan inti standar Dinas, saya mendapatkan amanah baru. Saya dipercaya menjadi guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Bahasa Jawa untuk kelas IV sampai kelas VI.

 

Transisi ini menuntut saya adaptasi yang cepat. Menerima secara psikis keputusan kepala sekolah dengan belajar hal baru meskipun mengajar dua mata pelajaran yang sangat kontras—TIK yang modern dengan berbagai aplikasis berbasis internet dan Bahasa Jawa yang sarat akan nilai tradisi seperti tembang Ganbuh dan aksara Jawa—menjadi tantangan tersendiri. Namun, di sinilah keindahan peran baru ini dimulai.

 

Hal yang paling berkesan bagi saya selama satu tahun ke belakang adalah eratnya kerja sama dengan para guru wali kelas, khususnya di kelas IV. Sebagai guru mata pelajaran, ruang gerak saya tidak terbatas di dalam kelas sendiri. Saya kerap ikut andil dalam menyukseskan berbagai program besar sekolah. Mulai dari kepanitiaan ajang bakat BI Star, hingga mendampingi siswa dalam kegiatan Pendidikan Luar Sekolah (outing class). Oh iya saya juga membina kegiatan Ekstra Multimedia siswa kelas 3, 4 dan 5. ikit juga membina calon peserta lomba MAPSI bidang TIKI.

 

Di luar agenda resmi, kolaborasi kami terwujud dalam aksi saling bantu sehari-hari. Berbekal latar belakang sebagai guru TIK, saya sering membantu rekan wali kelas yang mengalami kendala teknis di ruang kelas. Mulai dari memperbaiki tampilan layar proyektor LCD yang mendadak tidak menyala dengan baik, hingga mengatasi masalah koneksi kabel yang longgar. Tidak jarang pula saya hadir sebagai pelapis, menggantikan wali kelas yang harus absen karena sakit atau sedang menunaikan agenda penting di luar sekolah. Bagi saya, kebersamaan ini bukan sekadar meringankan beban kerja, melainkan lem perekat kekeluargaan antar-guru di SD IT Bina Insani.

 

Dukungan luar biasa dari rekan sejawat ini terasa semakin sempurna berkat karakter para siswa, terutama kelas IV pada tahun pelajaran kemarin. Mereka adalah anak-anak yang luar biasa. Sepanjang tahun, mereka menunjukkan sikap yang santun, tertib, dan sangat patuh terhadap aturan yang sudah kami sepakati bersama di awal semester. Kedisiplinan mereka membuat suasana belajar TIK dan Bahasa Jawa menjadi sangat kondusif dan menyenangkan.

 

Satu tahun telah berlalu dengan cepat, meninggalkan banyak kenangan manis dan pelajaran berharga. Pengalaman beralih peran menjadi guru mata pelajaran ini memperluas cara pandang saya tentang esensi mengajar. Semua momen indah, tantangan teknis yang berhasil teratasi, serta kehangatan kolaborasi di tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi saya. Kini, menyambut semester baru yang akan datang, saya merasa lebih siap. 

 

Saya berkomitmen untuk mengembangkan metode mengajar yang lebih kreatif dan terus memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan siswa-siswi SD IT Bina Insani.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Guru TIK dan Bahasa Jawa, Teguh Prasetyo.

Jujur Mujur

Jujur Mujur

“Ditemukan uang di parkiran Gedung C, yang merasa memiliki menghubungi pak Teguh”. Bunyi whats app dari Ustdzh Frida menjelang kepulangan sore itu. Alhamdulillah masih di berikan lingkungan kerja yang memiliki tingkat kejujuran yang baik. Kejujuran seringkali di devinisikan kesesuaian apa yang di ucapkan dan apa yang di rasakan. Sifat jujur merupakan sifat yang harusnya di miliki oleh setiap muslim untuk pondasi diri nya sendiri. Kejujuran mencakup jujur pada dirinya sendiri, jujur dalam perbuatan atau perilaku. Setiap orang bahkan guru berupaya selalu menjaga sifat jujurnya, karena akan di contoh oleh para murid muridnya.

Dalam kehidupan sehari hari kejujuran bisa di terapkan dalam berbagai hal, misalnya mengembalikan barang tepat waktu, berani mengakui kesalahan, tidak menuduh orang lain, hingga menyampaikan informasi seuai fakta tidak di tambah tambahi maupun di kurangi. Tapi pada kenyataanya kita masih sering menjumpai hal hal yang masih jauh dari kejujuran. Misal meminjam tanpa ijin, mengambil hak teman kita, keluar tempat kerja tanpa keterangan apapun atau bahkan memberikan keterangan yang masih di ragukan kebenaranya. Bahkan hal tersebut dilakukan berulang kali dan menjadikan sebuah pembenaran karena tidak ada teguran atau tindakan.

Dalam sair romawi kuno menyebutkan “banyak orang berkata yang jujur pasti hancur, karena jaman sudah edan jujur tidak makan” tantangan menjaga kejujuran merupakan bisa datang dari lingkungan atau dari ego pribadi. Di tengah kompetisi yang ketat atau tuntutan yang tinggi, maka nilai kejujuran di pertaruhkan seorang individu untuk tidak ikut terjerumus dalam praktek praktek memanipulasi hasil kerja. Pentingnya menjaga kejujuran tidak hanya berdampak pada citra positif pada diri sendiri karena juga bisa mempererat hubungan sosial. Biasanya orang yang biasa jujur tidak takut atau tidak ada beban untuk bertemu dengan orang lain, tapi bagi orang yang biasa berbohong atau tidak jujur akan selalu malu, minder bahkan takut kalau bertemu denagn orang lain.

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (bersaksi atau jujur tentang kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Q.S. Al-Maidah: 8). Semoga Allah SWT selalu menjaga kita dari marabahaya, fitnah serta sifat iri, dengki, hasat dan menjaga para pemimpin kita dengan kejujuran menuju BINA INSANI yang adil, cerdas dan sejahtera.

 

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Guru PJOK, Dwi Purwanto.

Melayani dengan Amanah

Melayani dengan Amanah

Pengalaman yang paling berkesan selama tahun pelajaran ini adalah menjalankan tugas sebagai staff tata usaha dalam mengelola administrasi pembayaran SPP berbasis sistem. Pekerjaan ini menjadi bentuk amanah yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan kepada orang tua siswa.

 

Selama tahun pelajaran ini, saya bertugas mengelola pembayaran SPP baik secara tunai maupun transfer. Setiap transaksi diverifikasi terlebih dahulu sebelum dicatat ke dalam sistem agar data yang tersimpan akurat. Setelah pembayaran dicatat, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada orang tua sebagai bukti pembayaran.

 

Sistem juga mengirimkan notifikasi tagihan setiap bulan. Namun, sempat terjadi kendala pada pengiriman notifikasi karena adanya pembatasan dari aplikasi WhatsApp, sehingga pengiriman dilakukan secara manual dan bertahap serta tidak selalu dapat dilakukan pada tanggal 1 setiap bulan. Selain itu, setiap tiga bulan dilakukan pengiriman surat tagihan kepada orang tua yang masih memiliki tunggakan.

 

Menjelang pembagian rapor, dilakukan pengecekan administrasi seluruh siswa. Bagi orang tua yang masih memiliki tunggakan, sekolah menyampaikan surat undangan untuk bertemu dengan Kepala Sekolah sebagai tindak lanjut penyelesaian administrasi sebelum pengambilan rapor.

 

Pelaksanaan administrasi berbasis sistem membantu menciptakan pencatatan yang lebih tertib dan transparan. Orang tua menerima notifikasi setiap kali pembayaran telah diverifikasi dan dicatat, sehingga status pembayaran dapat diketahui dengan jelas. Meskipun terdapat kendala teknis dalam pengiriman notifikasi, proses administrasi tetap dapat berjalan melalui penyesuaian secara manual dan bertahap.

 

Saya menyadari bahwa tugas sebagai staff tata usaha bukan hanya pekerjaan administrasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan ketelitian dan kejujuran. Komunikasi yang baik serta kemampuan beradaptasi terhadap kendala teknis menjadi hal penting dalam mendukung kelancaran pelayanan.

 

Saya berharap ke depan sistem pembayaran SPP dapat semakin mudah, praktis, dan terintegrasi sehingga orang tua dapat dengan mudah mengecek tagihan, melakukan pembayaran, serta memantau riwayat transaksi secara mandiri. Dengan sistem yang lebih baik, pelayanan administrasi diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, dan semakin meningkatkan kepercayaan antara sekolah dan orang tua.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Petugas Tata Usaha, Nunik Susiyanti.