Satu Hal yang Paling Berkesan Tahun Ini
Membersamai anak-anak kelas 1 untuk melaksanakan sholat dengan benar, bukanlah hal yang mudah. Dimulai dari mengawal mereka wudhu hingga akhir pelaksanaan sholat itu sendiri. Dari awal pengondisian anak saat diminta untuk membuat shoff yang benar ketika akan sholat, membutuhkan effort yang luar biasa. Saya harus membariskan anak-anak satu per satu, agar tidak ada potensi bercanda dengan teman sebelah saat sholat. Ada satu moment yang membuat saya berkesan dan membuat hati saya tersentuh, yaitu saat beberapa anak berbisik kepada temannya “Ssstt…yuk rapi, sholat mo dimulai!” dan mereka dengan sendirinya membuat barisan yang rapi tanpa banyak perintah dari saya.
Apa yang Terjadi?
- Kegiatan yang dilakukan: Pendampingan sholat jamaah anak-anak kelas 1.
- Tujuan kegiatan: Kegiatan ini merupakan sebuah pembiasaan kepada anak untuk bisa sholat dengan benar dan khusyuk. Karena shohihul ibadah itu dimulai dari sini, dari sekarang. Ketika sholat seseorang itu benar, maka In Syaa Allooh ibadah yang lain juga akan ikut benar.
- Hasil yang diperoleh: 87% anak mampu melaksankan sholat dengan benar dan khusyuk dari awal hingga akhir. Dari 29 anak ada sekitar 3-4 anak yang belum mampu sholat dengan khusyuk, meskipun demikian progress dari mereka tetap ada.
Refleksi Keberhasilan atau Tantangan
- Faktor yang mendukung keberhasilan: Berbasis pada praktik langsung menjadikan sebuah pembelajaran dengan aksi nyata membuat anak lebih mudah paham tentang apa yang kita sampaikan. Membimbing anak-anak dari mulai membenarkan gerakan mereka satu per satu hingga membimbing bacaan sholat yang benar dari niat hingga salam.
- Dampak positif bagi siswa: Sebagian besar siswa mampu mengikuti seluruh rangkaian sholat dengan benar, rapi, tertib dan khusyuk, baik gerakan maupaun bacaannya, dari niat, takbiratul ihram hingga salam. Tumbuh kedisiplinan dasar seperti bersedia mengantre saat wudhu serta merapikan kembali sajadah/karpet dan tempat setelah sholat.
- Kendala yang dihadapi: Durasi sholat terlalu panjang bagi rentang fokus untuk anak usia kelas 1. Karena di kelas 1 ini, mereka sholat dengan mengeraskan bacaan sholat dan membacanya dengan benar, membuat sholat menjadi lama. Mereka mulai jenuh, mulai melirik temannya, mencolek, dan bercanda saat rukuk dan sujud.
Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan
Saya menyadarai bahwa Allooh yang menggenggam hati-hati anak-anak. Setiap kali mengajarkan sesuatu pada anak-anak, saya minta kepadaNya agar anak-anak dimudahkan memahami apa yang saya sampaikan. Kedewasaan usia anak kelas 1 tentu berbeda dengan orang dewasa. Dari sini saya memahami bahwa kekhusyukan mereka dalam sholat juga tentu berbeda dengan orang dewasa.
Komitmen Perbaikan ke Depan
-
- Membuat lembar mutaba’ah, checklist yang wajib diisi orang tua setiap hari untuk memastikan ketertiban sholat di sekolah berlanjut di rumah.
- Membuat lembar mutaba’ah harian, yang wajib diisi orang tua setiap hari untuk memastikan ketertiban sholat di sekolah berlanjut di rumah.
- Latihan Keheningan (Mindfulness Singkat), melatih anak untuk diam dan memejamkan mata selama 1 menit sebelum takbiratul ihram guna memfokuskan pikiran mereka.
- Nonton film tentang hikmah sholat khusyuk.
Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya
- Terbangunnya sinergi yang kuat dengan orang tua melalui program “Sesi Sholat Bersama Orang Tua” sebulan sekali, agar ayah dan ibu tahu standar ketertiban yang diajarkan di sekolah.
- Anak-anak tidak hanya hafal gerakan dan bacaan, tetapi mulai tertanam rasa senang dan butuh terhadap sholat, sehingga kekhusyukan muncul dari dalam diri mereka sendiri tanpa perlu sering ditegur.
*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 1 Al-Khayyam, Lina Pamungkas Sari.




