Menjadi seorang guru memiliki slogan yang melekat dalam diri kita yaitu “guru iku digugu lan ditiru”. Maka dari itu sebagai seorang guru tugas kita bukan hanya mentransfer ilmu saja tapi bagaimana kita membimbing mereka untuk memiliki adab dan karakter yang baik. Salah satu upaya supaya anak anak didik kita memiliki adab yang baik adalah dengan memberikan contoh atau pedoman melalui diri kita. Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan siswa dari gurunya akan menjadi pelajaran yang tak kalah penting. Sebagai guru Qur’an saya menyadari bahwa membentuk karakter dan adab siswa merupakan proses yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keteladanan. Pengalaman yang paling berkesan selama tahun pelajaran ini adalah ketika melihat perubahan perilaku siswa yang sedikit demi sedikit semakin baik, entah dalam berinteraksi dengan guru, teman, maupun terhadap Al-Qur’an. Mungkin masih ada beberapa siswa yang perlu diingatkan untuk menjaga sikap, fokus saat belajar, serta menerapkan adab yang baik. Namun seiring berjalannya waktu, melalui pembiasaan dan penguatan adab yang dilakukan secara rutin, perubahan positif mulai terlihat.
Kegiatan yang saya lakukan tidak hanya berfokus pada pencapaian target hafalan dan tilawah, tetapi juga pada pembiasaan adab terhadap Al-Qur’an dan adab terhadap sesama. Setiap pertemuan diawali dengan doa, murojaah, serta pengingat tentang pentingnya menghormati guru, menyayangi teman, dan menjaga adab terhadap Al-Qur’an. Melalui pendekatan tersebut, saya melihat siswa menjadi lebih tertib, lebih santun dalam berbicara, serta lebih antusias mengikuti pembelajaran.
Meskipun dalam hal capaian hafalan dan tilawah masih ada beberapa siswa belum mencapai target yang diharapkan,menurut saya keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari banyaknya hafalan yang dimiliki siswa, tapi perubahan sikap, tumbuhnya rasa hormat, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an merupakan pencapaian yang sangat berharga. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa fondasi utama dalam pembelajaran Al-Qur’an adalah adab. Ketika adab telah tertanam dengan baik, maka proses belajar dan pencapaian akademik akan lebih mudah berkembang.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa keteladanan seorang guru memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan siswa. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat komunikasi dengan siswa dan orang tua, serta mengembangkan metode yang lebih menarik agar siswa semakin mencintai Al-Qur’an. Harapan saya, pada tahun pelajaran berikutnya siswa tidak hanya mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, beradab, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
*Catatan ini ditulis oleh Guru Quran, Nadia Ainun Kholishoh.




