Guru adalah satu kata yang penuh makna. Dulu, profesi ini menjadi cita-cita banyak anak, termasuk saya. Namun, setelah menjalaninya, saya menyadari bahwa menjadi guru tidak hanya tentang mentransfer ilmu. Guru juga bertugas membantu anak-anak tumbuh sesuai potensinya dan menjadi versi terbaik dirinya sendiri.
Salah satu momen yang paling berkesan terjadi pada hari terakhir sekolah. Saat itu, saya menerima sepucuk surat kecil dari seorang murid yang diselipkan di dalam buku kenangan. Dalam surat tersebut, ia menulis bahwa dirinya merasa didengar dan disayangi apa adanya.
Oh Allah, I did it. Alhamdulillah.
Kalimat itu sederhana, tetapi berhasil membuat hati saya berdebar. Saya merasa sangat bahagia karena ternyata usaha kecil yang selama ini dilakukan benar-benar sampai kepada anak tersebut.
Saya masih ingat ketika awal tahun ada beberapa catatan mengenai dirinya. Namun, saya memilih untuk tidak langsung menilai. Saya mencoba mendekatinya, mengajaknya bercerita, mendengarkan sudut pandangnya, dan memberikan motivasi secara konsisten. Dari proses itu, saya mengetahui bahwa ia sedang menghadapi tantangan dalam pertemanan di kelas dan dirumah.
Tujuan saya sederhana, yaitu memahami sisi lain dari diri anak yang mungkin tidak terlihat oleh banyak orang. Hasilnya, ia merasa dihargai, didengar, dan diterima. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan dirinya tumbuh, motivasi belajarnya meningkat, dan tanggung jawabnya terhadap tugas-tugas sekolah menjadi lebih baik.
Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa menjadi guru berarti hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk mendengarkan. Empati dan kasih sayang menjadi hal yang sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Saya ingin terus mempertahankan kebiasaan mendengarkan tanpa menghakimi dan belajar menjadi pendamping yang lebih baik bagi setiap murid.
Harapan saya di tahun pelajaran berikutnya adalah tetap menjadi guru yang mau mendengar isi hati anak-anak. Saya juga ingin terus belajar, meningkatkan kemampuan diri, dan memberikan pendampingan yang lebih baik agar setiap anak merasa dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.
*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 5, Frida.



