Pada Akhirnya, Bukan Hanya Mereka yang Bertumbuh

Pada Akhirnya, Bukan Hanya Mereka yang Bertumbuh

Kalau ditanya apa yang paling berkesan selama satu tahun mengajar, jawabannya bukan sekadar banyaknya hafalan yang dicapai, melainkan proses kecil yang tumbuh setiap hari. Di tengah berbagai tantangan, saya melihat anak-anak perlahan menjadi lebih berani, lebih percaya diri, dan semakin nyaman belajar Al-Qur’an melalui talaqqi, murojaah, dan hafalan. Harapannya, mereka tidak hanya bertambah hafalannya, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap Al-Qur’an.

Setahun ini membuat saya semakin sadar bahwa setiap anak memiliki cara bertumbuh yang berbeda. Tidak semua berjalan sesuai harapan, dan ada kalanya saya harus mengulang hal yang sama berkali-kali. Namun, dari situlah saya belajar bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang membersamai setiap proses yang dijalani anak-anak.

Hal yang sangat saya syukuri adalah semangat anak-anak yang selalu membawa energi baru di setiap pertemuan. Dukungan dari sekolah dan rekan-rekan guru juga menjadi bagian penting yang membuat proses pembelajaran berjalan dengan baik. Dampak yang paling saya rasakan bukan hanya perkembangan hafalan mereka, tetapi juga tumbuhnya kedekatan, rasa percaya diri, dan keberanian mereka untuk terus belajar.

Ternyata, mengajar Al-Qur’an bukan hanya tentang memperbaiki bacaan anak-anak. Sedikit demi sedikit, anak-anak itu juga mengajarkan banyak hal kepada saya. Mereka mengajarkan bahwa proses tidak selalu harus cepat. Mereka mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari target yang tercapai. Dan mereka mengajarkan bahwa terkadang, suasana belajar yang hangat dan penuh tawa juga merupakan bagian dari pendidikan itu sendiri.

Ke depan, saya ingin tetap menjaga hangatnya suasana belajar di kelas dan terus mencari cara agar pembelajaran Al-Qur’an dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap anak, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan mereka masing-masing. Memasuki tahun pelajaran berikutnya, saya berharap dapat terus bertumbuh sebagai pendidik, membuka diri terhadap hal-hal baru, serta menghadirkan proses belajar yang semakin bermakna melalui kolaborasi yang baik dengan siswa maupun orang tua.

Saya berharap langkah-langkah kecil yang telah diupayakan bersama dapat menjadi bekal yang baik bagi mereka. Semoga setiap ayat yang dipelajari tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi juga perlahan tumbuh menjadi cahaya dan kecintaan yang menetap di hati mereka.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Guru Quran, Nurul Hidayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *