Menjadi seorang pendidik adalah perjalanan yang penuh dengan kejutan dan proses belajar yang tiada henti. Tahun lalu menjadi tonggak sejarah baru dalam karir saya sebagai guru di SD IT Bina Insani. Setelah sekian lama terbiasa menjadi guru wali kelas yang mengampu pelajaran Mmuatan inti standar Dinas, saya mendapatkan amanah baru. Saya dipercaya menjadi guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Bahasa Jawa untuk kelas IV sampai kelas VI.
Transisi ini menuntut saya adaptasi yang cepat. Menerima secara psikis keputusan kepala sekolah dengan belajar hal baru meskipun mengajar dua mata pelajaran yang sangat kontras—TIK yang modern dengan berbagai aplikasis berbasis internet dan Bahasa Jawa yang sarat akan nilai tradisi seperti tembang Ganbuh dan aksara Jawa—menjadi tantangan tersendiri. Namun, di sinilah keindahan peran baru ini dimulai.
Hal yang paling berkesan bagi saya selama satu tahun ke belakang adalah eratnya kerja sama dengan para guru wali kelas, khususnya di kelas IV. Sebagai guru mata pelajaran, ruang gerak saya tidak terbatas di dalam kelas sendiri. Saya kerap ikut andil dalam menyukseskan berbagai program besar sekolah. Mulai dari kepanitiaan ajang bakat BI Star, hingga mendampingi siswa dalam kegiatan Pendidikan Luar Sekolah (outing class). Oh iya saya juga membina kegiatan Ekstra Multimedia siswa kelas 3, 4 dan 5. ikit juga membina calon peserta lomba MAPSI bidang TIKI.
Di luar agenda resmi, kolaborasi kami terwujud dalam aksi saling bantu sehari-hari. Berbekal latar belakang sebagai guru TIK, saya sering membantu rekan wali kelas yang mengalami kendala teknis di ruang kelas. Mulai dari memperbaiki tampilan layar proyektor LCD yang mendadak tidak menyala dengan baik, hingga mengatasi masalah koneksi kabel yang longgar. Tidak jarang pula saya hadir sebagai pelapis, menggantikan wali kelas yang harus absen karena sakit atau sedang menunaikan agenda penting di luar sekolah. Bagi saya, kebersamaan ini bukan sekadar meringankan beban kerja, melainkan lem perekat kekeluargaan antar-guru di SD IT Bina Insani.
Dukungan luar biasa dari rekan sejawat ini terasa semakin sempurna berkat karakter para siswa, terutama kelas IV pada tahun pelajaran kemarin. Mereka adalah anak-anak yang luar biasa. Sepanjang tahun, mereka menunjukkan sikap yang santun, tertib, dan sangat patuh terhadap aturan yang sudah kami sepakati bersama di awal semester. Kedisiplinan mereka membuat suasana belajar TIK dan Bahasa Jawa menjadi sangat kondusif dan menyenangkan.
Satu tahun telah berlalu dengan cepat, meninggalkan banyak kenangan manis dan pelajaran berharga. Pengalaman beralih peran menjadi guru mata pelajaran ini memperluas cara pandang saya tentang esensi mengajar. Semua momen indah, tantangan teknis yang berhasil teratasi, serta kehangatan kolaborasi di tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi saya. Kini, menyambut semester baru yang akan datang, saya merasa lebih siap.
Saya berkomitmen untuk mengembangkan metode mengajar yang lebih kreatif dan terus memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan siswa-siswi SD IT Bina Insani.
*Catatan ini ditulis oleh Guru TIK dan Bahasa Jawa, Teguh Prasetyo.




