Meracik Kesabaran dan Garam: Pengalaman Membuat Telur Asin

Meracik Kesabaran dan Garam: Pengalaman Membuat Telur Asin

Pengalaman yang Paling Berkesan

Pengalaman yang paling berkesan selama proses pembelajaran tahun ini adalah saat siswa kelas VI melakukan praktik pembuatan telur asin. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang menarik karena siswa tidak hanya mempelajari materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan produk makanan tradisional. Siswa melakukan berbagai tahapan kegiatan, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membersihkan telur bebek dengan mencucinya secara hati-hati, membuat campuran garam dan bubuk batu bata, membalut telur bebek dengan adonan, menyimpan telur ke dalam wadah tertutup dalam waktu kurang lebih 1 minggu untuk proses pengasinan. Hingga proses mengkukus dan mendistribusikannya. Tidak hanya itu, pembuatan telur asin ini merupakan salah satu kegiatan yang di dalamnya juga memerlukan keterampilan dalam matematika, kreativitas, dan juga ilmu tentang berdagang dalam Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa proses pengawetan makanan tradisional, melatih keterampilan praktik, serta menumbuhkan sikap teliti, sabar, dan bertanggung jawab. 

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan

Semangat siswa dalam mengikuti setiap tahapan praktik serta penggunaan bahan dan alat yang mudah diperoleh membuat kegiatan ini berhasil. Pembelajaran yang dilakukan secara langsung memberikan pengalaman yang lebih bermakna sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Dampak positif dari kegiatan ini siswa memperoleh pengetahuan baru tentang pengolahan makanan tradisional, meningkatnya keterampilan, serta berkembangnya sikap kerja sama dan tanggung jawab.

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan

Saya menyadari bahwa pembelajaran yang melibatkan praktik langsung dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan mudah mengingat konsep ketika mereka terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal yang perlu saya pertahankan salah satunya yaitu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui kegiatan praktik. 

Harapan untuk Tahun Pelajaran Berikutnya

Saya berharap dapat terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Selain meningkatkan pemahaman akademik, saya berharap kegiatan praktik seperti pembuatan telur asin dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan hidup, sikap tanggung jawab, kerja sama, serta kecintaan terhadap kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan pengalaman yang bermakna bagi siswa.

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 6 Al-Baitar, Jenia Indah Fitriani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *