Sebagian orang menganggap UKS hanyalah tempat siswa beristirahat ketika sakit. Namun, bagi saya, UKS adalah ruang belajar yang penuh makna. Di sanalah saya belajar bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga hadir untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kepedulian kepada setiap siswa.
Hampir empat tahun saya menjalankan amanah sebagai guru sekaligus petugas UKS. Setiap hari saya menemui berbagai kondisi siswa, mulai dari demam, mimisan, terjatuh saat bermain, hingga sekadar datang karena merasa cemas atau takut. Dari setiap kejadian tersebut, saya belajar bahwa sebelum mengobati luka, saya harus terlebih dahulu menenangkan hati mereka.
Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika beberapa siswa membutuhkan pertolongan dalam waktu yang hampir bersamaan. Situasi itu mengajarkan saya untuk tetap tenang, sigap menentukan prioritas, serta menjalin komunikasi yang baik dengan wali kelas dan orang tua. Saya menyadari bahwa ketenangan seorang guru dapat memberikan rasa nyaman bagi siswa yang sedang mengalami kesulitan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, saya juga berusaha mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, dan beristirahat yang cukup menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa UKS bukan hanya tempat memberikan pertolongan pertama, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian. Senyum siswa yang kembali setelah merasa lebih baik menjadi kebahagiaan tersendiri dan mengingatkan saya bahwa perhatian yang tulus sering kali menjadi bagian dari proses penyembuhan.
Ke depan, saya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan UKS, memperkuat edukasi kesehatan, serta membangun kerja sama yang baik dengan guru dan orang tua. Saya berharap UKS dapat menjadi tempat yang tidak hanya membantu siswa saat sakit, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa menjadi guru UKS bukan sekadar merawat siswa yang sedang sakit. Lebih dari itu, saya belajar untuk hadir, mendengar, dan mendampingi mereka dengan sepenuh hati. Karena terkadang, kesembuhan tidak hanya datang dari obat, tetapi juga dari perhatian dan kasih sayang.
*Catatan ini ditulis oleh Guru UKS, Arfiana Afanin Zahro.



