Kedisiplinan dan Kesabaran. Guru Ngaji, Tugas Mulia Menjaga Kalam Ilahi

Kedisiplinan dan Kesabaran. Guru Ngaji, Tugas Mulia Menjaga Kalam Ilahi

Pengalaman yang paling berkesan selama tahun pelajaran 2025/2026 adalah menjalankan amanah sebagai guru ngaji dalam membimbing siswa belajar Al-Qur’an. Saya menyadari bahwa tugas ini merupakan tugas yang mulia karena ikut menjaga dan menanamkan kecintaan terhadap Kalam Ilahi kepada generasi penerus. Dalam prosesnya, saya belajar bahwa kesabaran dan kedisiplinan merupakan kunci utama keberhasilan. Setiap siswa memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga diperlukan kesabaran dalam membimbing mereka satu per satu serta kedisiplinan dalam membiasakan latihan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Melalui proses tersebut, saya melihat perkembangan yang menggembirakan pada siswa, baik dalam kemampuan membaca Al-Qur’an maupun dalam sikap mereka terhadap pembelajaran agama. Pengalaman ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa mendidik generasi Qurani membutuhkan keteladanan, ketekunan, dan komitmen yang berkelanjutan.

           Dengan membimbing siswa membaca Al qur’an secara bertahap sesuai kaidah tajwid dengan penuh kesabaran dan kedisplinan. Siswa juga melaksanakan persiapan hafalan dan murojaah secara rutin di rumah dengan pendampingan orang tua sebelum siswa berangkat ke sekolah. Alhamdulillah, siswa semakin cinta dan dekat dengan Al qur’an saat pembiasan kesabaran dan kedisplinan dilaksanakan, Dengan begitu, InsyaAlloh kemudahan dalam membaca dan menghafal Al qur’an akan didapat.

          Banyak Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar, namun ada hal penting yaitu keridhoan dari Orang tua, guru dan murid itu sendiri dalam menggapai ilmu. Saya menyadari sebagai Guru Ngaji masih banyak kekurangan dan kekhilafan saat mengajar, namun saya percaya dengan semangat belajar , kesabaran dan kesdiplinan bisa mempengaruhi hasil belajar.

          Pengalaman tahun ini mengajarkan saya bahwa hasil belajar mengaji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa, tetapi juga oleh kesabaran dalam membimbing dan kedisiplinan dalam berlatih. Ketika kedua hal tersebut berjalan dengan baik, perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa menjadi lebih optimal.

        Saya berharap dapat terus menjadi bagian dari ikhtiar menjaga Kalam Ilahi dengan membimbing siswa agar semakin mencintai Al-Qur’an, mampu membaca dan menghafalnya dengan baik, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga lahir generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan dekat dengan Al-Qur’an.

 Terimakasih

 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Guru Quran, Dewi Fatimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *