Perkuat Hafalan dan Karakter Pegawai, Yayasan Bina Insan Taqwa Gelar Mukhoyyam Al-Qur’an

Perkuat Hafalan dan Karakter Pegawai, Yayasan Bina Insan Taqwa Gelar Mukhoyyam Al-Qur’an

Semarang – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Islami, Yayasan Bina Insan Taqwa kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan pegawai melalui program Mukhoyyam Al-Qur’an pada Sabtu (3/1), yang sekaligus menjadi penutup rangkaian Rapat Kerja Unit.

Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih mendalam terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan hafalan bagi seluruh pegawai, baik tenaga pendidik maupun nonpendidik. Partisipasi pegawai dalam kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, mencerminkan kesungguhan mereka dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai penguat iman, pedoman dalam bersikap, dan pendorong motivasi dalam menjalankan tugas profesional sehari-hari.

HRD Yayasan Bina Insan Taqwa Semarang, Widi Setianah, menyampaikan pengumuman serta tujuan pelaksanaan kegiatan Mukhoyyam Al-Qur’an.

Kepala HRD Yayasan Bina Insan Taqwa, Widi Setianah, menjelaskan bahwa Mukhoyyam Al-Qur’an menjadi salah satu upaya penting yayasan dalam membangun karakter pegawai berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

“Bersama Al-Qur’an, menjadi Guru Penuntun Peradaban merupakan tagline yang kami usung dalam kegiatan ini. Kami juga menetapkan target ziyadah lima halaman dan murojaah dua juz bagi para hafiz dan hafizah di tanggal 29 Desember 2025, serta target ziyadah tiga halaman dan murjoaah satu juz bagi para hafiz dan hafizah di tanggal 3 Januarai 2026,” ungkap Widi.

Melalui target yang jelas dan terukur tersebut, yayasan berharap para ustaz dan ustazah termotivasi untuk menjaga konsistensi hafalan mereka, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, fokus, dan semangat spiritual yang mendukung produktivitas serta profesionalisme kerja.

Alhamdulillah dalam kegiatan Mukhoyyam Al-Qur’an kali ini, capaian rata-rata peserta telah memenuhi target yang ditetapkan, dengan capaian tertinggi berupa ziyadah sebanyak 13 halaman yang berhasil diraih oleh Nabila Nur Annisa Kusuma Putri.

Selain sebagai sarana peningkatan hafalan, kegiatan Mukhoyyam Al-Qur’an juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi antarpegawai di lingkungan Yayasan Bina Insan Taqwa. Suasana pembinaan yang sarat nilai-nilai keagamaan diyakini mampu menumbuhkan semangat kolektif, rasa kekeluargaan, dan motivasi bersama dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan meningkatnya hafalan dan pemahaman para ustaz dan ustazah, yayasan menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai “charger iman” yang menguatkan langkah profesional dan spiritual, sehingga nilai-nilai kebaikan tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tercermin nyata dalam perilaku, sikap, dan pelayanan mereka sehari-hari.

Mukhoyyam Al-Qur’an: Memperkuat Iman dan Semangat Raker Yayasan Bina Insan Taqwa

Mukhoyyam Al-Qur’an: Memperkuat Iman dan Semangat Raker Yayasan Bina Insan Taqwa

Semarang – Yayasan Bina Insan Taqwa kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang berkomitmen kuat dalam pengembangan sumber daya manusia unggul, tidak hanya dari aspek keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga dari sisi spiritual serta pembentukan karakter Islami.

Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan pembinaan yayasan yang dikemas dalam program Mukhoyyam Al-Qur’an, yang berlangsung pada Senin (29/12) sekaligus menjadi pembuka rangkaian Rapat Kerja Unit.

Program ini dirancang sebagai upaya untuk menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan para pegawai, menjadikannya penguat iman, penenang jiwa, serta pedoman utama dalam menjalankan amanah mendidik generasi berakhlak mulia. Seluruh pegawai, baik tenaga pendidik maupun nonpendidik, mengikuti kegiatan ini dengan kesungguhan dan antusiasme tinggi sebagai wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Sambutan Sekretaris Yayasan Bina Insan Taqwa Semarang, Sigit Cayantoro, dalam kegiatan Mukhoyyam Al-Qur’an.

Melalui Mukhoyyam Al-Qur’an, Yayasan Bina Insan Taqwa menargetkan terciptanya suasana spiritual yang kondusif sebagai landasan kuat dalam memasuki agenda Rapat Kerja. Sekretaris Yayasan, Sigit Cayantoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembuka Rapat Kerja, tetapi juga sebagai sarana peningkatan keimanan.

“Penguatan ruhiyah melalui Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan mental, keikhlasan, dan kesatuan visi seluruh pegawai dalam merumuskan program kerja yayasan ke depan. Dengan bekal spiritual yang kuat, setiap keputusan dan langkah yang diambil diharapkan senantiasa berorientasi pada nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program peningkatan hafalan Al-Qur’an, Mukhoyyam Al-Qur’an juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan yayasan. Interaksi yang terjadi dalam suasana pembinaan keagamaan mampu menumbuhkan semangat kolektif, rasa kekeluargaan, serta motivasi bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di setiap lini kehidupan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, yayasan berharap para ustaz dan ustazah semakin termotivasi untuk menambah dan menjaga hafalan Al-Qur’an, sehingga ajaran Al-Qur’an tidak hanya melekat dalam ingatan, tetapi juga tercermin nyata dalam sikap, perilaku, dan profesionalisme sehari-hari.