Pubertas: Ketika Siswa Mulai Mengenal Dirinya Sendiri

Pubertas: Ketika Siswa Mulai Mengenal Dirinya Sendiri

Satu Hal yang Paling Berkesan Tahun Ini

Menjadi guru kelas di kelas lima memiliki tantangan tersendiri, karena di fase ini siswa mulai mengalami masa pra pubertas bahkan beberapa sudah mengalami pubertas. Kebetulan sekali di level ini siswa memperoleh materi pembelajaran IPAS tentang pubertas. Menariknya setelah pembelajaran yang saya sampaikan di kelas ternyata membuat siswa semakin penasaran tentang diri mereka sendiri. Padahal yang saya lakukan hanya menyampaikan materi secara klasikal dan lebih banyak melakukan diskusi dua arah dengan siswa. Semua kelas hening saat saya menjelaskan dan ramai menanggapi saat saya bertanya. Melalui pembelajaran ini siswa lebih mengenal sebuah proses perubahan yang terjadi pada diri mereka, seolah-olah mereka sedang menggali tentang diri mereka sendiri dan mencoba berkenalan kembali. 

Setelah pembelajaran selesai, banyak siswa yang kemudian mengerumuni saya sekedar untuk menanyakan lebih jauh tentang istilah-istilah yang ada di materi ini. Tidak sedikit juga yang kemudian memvalidasi diri mereka terkait perubahan-perubahan yang mereka alami, baik perubahan fisik, sosial dan emosinya. Sesampainya di rumah pun orang tua juga tak luput dari undangan untuk berdiskusi oleh mereka terkait materi ini dan mereka kaitkan dengan diri mereka sendiri. 

Refleksi Keberhasilan atau Tantangan

Menurut saya, faktor yang memengaruhi keberhasilan dari pembelajaran kali tentunya bukan hanya dari metode belajar yang sesederhana itu, tapi karena materi yang disampaikan adalah sebuah ilmu yang mereka butuhkan dan relate dengan kondisi diri mereka saat ini. Dampak yang bisa dinilai dan dirasakan dari keberhasilan materi ini adalah siswa menjadi lebih mengenal dirinya dan secara tidak langsung belajar untuk mengelola perubahan-perubahan yang mereka alami. Karena Sebagian dari mereka sebelumnya bertanya-tanya seperti “kenapa ya aku gampang banget bad mood akhir-akhir ini?”

Pelajaran Berharga yang Saya Dapatkan

Saya menyadari bahwa siswa butuh pemantik untuk merasa perlu dalam mempelajari sesuatu. Karena pada dasarnya semua pembelajaran yang diberikan guru di kelas sangat dekat dan bermanfaat untuk kehidupan mereka sehari-hari, akan tetapi mereka belum merasa perlu untuk mempelajari hal tersebut. Disinilah peran guru diuji dan ditantang.

Komitmen Perbaikan ke Depan

Langkah nyata yang akan dilakukan pada tahun pelajaran berikutnya adalah meningkatkan strategi pembelajaran yang lebih variatif seperti mengadakan talkshow interaktif tentang pubertas yang lebih luas melalui pembicara yang mumpuni dikaitkan dengan ajaran Islam untuk memperkuat pondasinya. 

 

 

*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 5 Al-Farghani, Ocktavia Cristyari Suwandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *