“Mengajar bukan hanya sekedar memaparkan sebuah materi di setiap harinya, melainkan pengorbanan dan pengabdian untuk bisa membangun karakter yang mulia. Ilmu pengetahuan adalah hal yang penting namun ada adab yang harus berada di atasnya. Ilmu tanpa adab bagaikan pohon tanpa buah sedangkan adab tanpa ilmu bagaikan berjalan tanpa arah. Maka dari itu kita sebagai guru harus mampu mendidik anak anak kami menjadi pribadi yang memiliki adab yang mulia dan berpengetahuan yang luas.”
Satu tahun saya mengajar di kelas IV Al Jauhari saya merasakan banyak hal positif dari dalam diri mereka. Mereka adalah anak yang tumbuh dari berbagai latar belakang yang berbeda tapi datang dengan tujuan yang sama yaitu menuntut ilmu. Tentu dengan adanya perkembangan zaman kita harus mampu membersamai mereka sesuai dengan zamannya. Tentu PR besar bagi saya yang harus mengajar dengan kekinian dan paling utama menanamkan adab yang baik. Saya melakukan pendekatan dengan membahas hal-hal baru yang mereka sukai, hal tersebut merupakan salah satu langkah awal untuk membangun kedekatan dengan mereka. Setelah terbangun kedekatan, maka saya menanamkan pembiasan-pembiasan positif untuk mereka. Beberapa hal tentang adab yang saya sampaikan adalah ketika ketika izin untuk keluar (baik ke toilet atau hanya sekedar mencuci tangan). Mereka harus izin dari dekat dan ketika kembali wajib mendekat dan mengucapkan terima kasih kepada guru yang sedang mengajar. Selama satu bulan anak-anak masih sering harus diingatakan. Saya menekankan pentingnya peran saling mengingatkan baik dari guru maupun teman. Setelah berjalan lebih dari satu bulan anak-anak sudah mampu melaksanakannya sebagai sebuah kebiasaan. Mereka selalu berusaha untuk terus mengingatkan satu sama lain. Hal yang memang terlihat sangat sederhana dan sering telupakan terkait adab anak-anak izin ke luar ruangan. Menutup pintu juga merupakan hal yang sederhana lainnya, terkadang anak-anak menutup pintu tanpa memegang gagangnya. Sehingga menimbulkan suara dan mudah merusak pintu. Saya terus mengingatkan anak-anak tentang bagaimana menutup pintu dengan baik yaitu dengan memegang gagang pintu dan menutupnya dengan pelan. Untuk hal ini terjadi pada beberapa murid dan harus terus diingatkan supaya menjadi sebuah kebiasaan. Selanjutnya adalah anak-anak harus terbiasa menyapa guru ketika bertemu atau hanya sekadar berpapasan. Dimulai dengan pemberian poin terbanyak bagi siswa yang mampu menyapa guru lebih dari 10 guru. Yang awalnya merupakan sebuah kompetisi maka semakin lama mampu menjadi sebuah kebiasaan. Di kelas, anak-anak memang harus selalu disampaikan tentang sebuah tanggung jawab dan peran sebagai seorang murid, karena anak anak zaman sekarang bukannya tidak bisa, tapi mereka kurang terbiasa. Menanamkan kebiasaan baik sederhana perlu dilakukan dengan sabar dan terus berulang-ulang. Semoga anak-anak di kelas IV Al Jauhari insyaallah memiliki adab yang baik dimanapun mereka berada dan saya juga terus mampu untuk belajar dan membersamai semua siswa dengan baik dan maskimal.
*Catatan ini ditulis oleh Wali Kelas 4 Al-Jauhari, Desvika Restu Setyaningsih.




